Konspirasi Literasi-7: Politik Donasi Pengetahuan
Tujuh tahun yang lalu lembaga kami mendapat hibah buku dari The Asia Foundation sebanyak satu kontainer, yang kalu dirupiahkan mungkin senilai 2 miliar. Kami gembira mendapat hibah buku-buu bermutu (karena dari Amerika). Buku-buku tersebut sumbangan dari berbagai penerbit yang ada di Amerika.
Akan tetapi setalah lama saya berpikir, hibah “sampah-sampah ilmiah” itu adalah dalam rangka mewaranai Indonesia dengan budaya dan ideologi mereka. Begitu pun yang lain seperti Japan foundation, dan British Council, Goethe Institute.
Tapi yang lebih massif adalah yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Karena mayoritas koleksi buku dan jurnal di perpusatkaan yang mereka beli berasal dari Barat. Dahulu di era Soekarno agen negara kolonial yang ada di Indonesia disebut komprador. Nah, komprador yang paling nyata hari ini adalah perguruan ting dan univesitas. Bukan hanya buku yang diimpor sekarang rektor dan dosennya pun bisa dari luar negeri. Jadi, Indonesia ini negeri yang paling sempurna dijadikan koloni atau negeri jajahan oleh berbagai bangsa lain.