Kalau kita analogikan karya ilmiah dengan barang berharga, berlian misalnya. Tentu saja berlian tidak akan disimpan sembarangan dan tidak semua orang juga diperbolehkan melihatnya. Bahkan mungkin yang namana barang bereharga tidak akan dipamer-pamerkan. Karena takut ada yang mencuri atau meniru. Berbeda dengan rongsokan, untuk menyipan pun susah tempatnya.  Jangankan untuk mempelajarinya, hanya untuk melihatnya saja orang gak mau buang-buang waktu.    

Begitupun tulisan, informasi berharga tidak  mugkin diobaral murah di media termasuk jurnal. Informasi yang berharaga pasti dipakai sendiri. Pernahakah Steve Jobs , Bill Gates,  Elon Musk, dan para inovator dunia, nulis di jurnal?

Barang rongsokan masih mending, bisa dikilo ke tuang loak, dan diadaur ulang. Lha, tulisan  rongsokan  mau diapain? Malah mungkin hanya menghasilkan kebingungan bahkan bisa membahayakan.  Mengirim tulisan ke jurnal internasional yang tadinya mau pamer kepintaran malah  pamer kebodohan dan kekonyolan di dunia global.

Kembali