Saya yakin jawaban terbanyak adalah untuk melamar pekerjaan. Mungkin sebagaian lagi untuk identitas atau untuk melamar calon istri—biar agak keren.

Masih yakinkah kamu di masa yang akan datang ijazah masih laku untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? Coba kamu amati dan pelajarai sektor apa saja yang masih memembutuhkan ijazah sebagai syarat bekerja. Berapa orang yang mengikutinya?.Berapa orang yang akhirnya menganggur karena mengandalkan ijazah untuk bekerja?.

Yang masih manjadikan ijazah sebagai syarat utama adalah untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Setiap ada penerimaan perbandingan antara formasi dengan pelamar adalah 1 : 1000 artinya satu formasi atau lowongan pekerjaan diperebutkan oleh seribu orang.

Apakah kamu masih  mau ikut “untung-untungan” dengan ikut daftar jadi ASN ? Kan nasib orang siapa tahu. Tapi kalau berpikir rasional kemungkinan lolosnya  terlalu kecil, harus menyisihkan 999 orang. 

Sekarang ini, mau menjadi karyawan pabrik saja kalau hanya berbekal ijazah gak bakalan keterima, harus ada uang pelicin. Untuk laki-laki kisaran 15 sampai 20 juta. Perempuan 5 sampai 10 juta. Itu pun statusnya karyawan lepas (yang sewaktu-waktu bisa dilepas) bukan karyawan tetap.

Apa solusinya ?

Hanya ada dua pilihan: Mengikut yang sudah lazim atau kamu bikin usaha sendiri. Ijazan tidak bisa membuat dunia ini berubah. Yang mengubah dunia adalah karya nyata bukan selembar ijazah. Lihat sejarah! Orang-orang besar adalah orang-orang yang tidak mengandalkan ijazah, malah sebagian besar drop-out dari universitas. Bikin usaha sendiri kan tidak mudah? Betul, tapi bukan berarti tidak bisa.  Kalau tidak bisa menciptakan produk minimal bisa bekerja dalam bidang yang dinginkan, tidak asal kerja. Mau mencoba?

Kembali