Itu adalah filosofi pembangunan SDM dari Steve Jobs,” stay hungry, stay foolish.” . Tentu saja itu adalah kata-kata filsosofis, bersayap. Bukan berarti membiarkan karyawan Apple untuk  bodoh dan miskin akan tetapi maksudnya adalah semua karyawan harus merasa bodoh dan terus untuk semangat belajar tiada henti seumur hidup. Terus meningkatkan kapasitas, (keahlian dan kemampuan). Sedangkan tetap lapar artinya terus berusaha meniciptakan produk-produk baru supaya bisa bertahan  dan memenangkan persaingan. Jangan merasa sudah makmur dan berkecukupan. Jangan merasa nyaman dengan posisi tapi ambiahl risiko dan berkontribusi.

Berbeda dengan negara-negara yang berada di bawah fasisme. Memang rakyatnya harus tetap bodoh, karena rakyat pintar adalah ancaman bagai kekuasaan. Hitler pernah berujar, “ bahagialan penguasa yang memiliki rakyat bodoh.” Dan Mao Zedung pernah mengomentari stafnya yang merasa kasihan karena kemiskinan rakyatnya, “ Miskin itu bagus. Supaya mereka revolusioner. Karena kalau mereka kenyang seperti babi berkaki dua.”  

Kita bersukur karena  Indonesia punya sistem sendiri, bukan fasis, bukan kapitalis, dan bukan libral. Tapi juga bukan demokrasi, bukan pula Pancasila. Sistem yang kita anut adalah sistim yang bukan-bukan.

  

Kembali